Wayan Jimmy's Brain

Sinkronik

related
Diakronik

Kata sinkronik ini berasal dari bahasa Yunani yakni dari kata Syn yang artinya adalah “Dengan”, serta Chronoss yang memiliki arti “Waktu”.

Metode sinkronik lebih menekankan kepada struktur, yang maksudnya meluas dalam ruang.

Pengertian sinkronik ini merupakan cara berpikir di dalam mempelajari struktur pada suatu peristiwa sejarah, itu dalam kurun waktu tertentu. Atau dapat diartikan yakni mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi pada suatu masa.

Ciri-ciri Sinkronik

  • Mempelajari peristiwa atau kejadian yang terjadi saat masa tertentu.
  • Di dalam mempelajari peristiwa atau kejadian selalu memfokuskan terhadap adanya pola-pola, gejala-gejala serta juga karakter.
  • Tidak memiliki konsep perbandingan.
  • Mempunyai jangkauan yang lebih sempit.
  • Mempelajari dengan secara mendalam.
  • Kajiannya suga yang sistematis.
  • Sifatnya adalah horizontal.

Konsep sinkronik dalam sejarah

Tidak berusaha untuk membuat sebuah kesimpulan mengenai suatu perkembangan dari peristiwa yang berkontribusi di kondisi saat ini, namun hanya menganalisis pada suatu kondisi seperti itu.

Contoh sinkronik

Pembacaan Teks Proklamasi

Tanggal 17 agustus tahun 1945 teks proklamasi itu dibacakan, sehingga menjadi kejadian yang sangat penting serta juga bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi di Jl. Peganggsaan timur Nomor.56, yang saat ini disebut jalan Proklamasi.

Disaat pembacaan teks proklamasi itu dihadiri oleh sekitar 500 orang dari segala macam kalangan dengan membawa apapun yang bisa dijadikan senjata, disebabkan karena walaupun Jepang itu telah kalah dari sekutu, namun tentara Jepang tersebut masih berada di Jakarta, dan juga suasana Jakarta itu masih dalam keadaan kondusif.

Pada awalnya teks proklamasi tersebut akan dibacakan di lapangan Ikeda, namun kemudian dipindahkan ke tempat tinggal Ir. Soekarno, disebabkan karena dikhawatirkan akan terjadi bentrokan serta akan menimbulkan pertumpahan darah. Sehingga kurang lebih 100 orang anggota barisan pelopor itu berjalan dari lapangan Ikeda ke tempat tinggal Ir. Soekarno, mereka terlambat untuk tiba serta menuntut ingin dibacakan ulang teks proklamasi namun hal itu ditolak serta diberikan amanat oleh Moh. Hatta.

Links to this note